Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Baterai Super Ultium - Kolaborasi Antara General Motor - LG - Honda

Kehebatan Baterai ultium pada General motors pernah memimpin dunia dalam penjualan mobil dan masih menjadi pemimpin penjualan di Amerika Serikat. Namun posisi genderal motors terus mengalami penurunan pasar dan mulai panik saat era kendaraan listrik benar-benar menerobos Amerika.


Sesuatu yang awalnya dianggap sepele oleh para pemimpinnya, ekspansi Tesla dan perkembangan kendaraan listrik membuat pasar Amerika semakin ketat. sebagian masih menggemari mobil bensin tapi sebagian sudah sangat menikmati fitur dari kendaraan listrik.

Upaya merespon situasi dengan membuat beberapa kendaraan malah mengalami kerugian besar-besaran karena cacat pada baterai. Sebagai manufaktur yang sudah mapan dukungan politik yang besar juga diperoleh dari pemerintah Amerika. Bahkan terkesan berlebihan khususnya pada presiden Amerika Serikat yang berulang kali memuji JM sebagai kendaraan listrik Amerika dan mengabaikan Tesla. 

Padahal dari sisi penjualan mobil listrik JM hanya seujung kuku dari Tesla. Perusahaannya dipimpin oleh Mary Barra ini sadar jika tidak segera cepat riset dan mengembangkan kendaraan listrik kemungkinan besar perusahaannya akan menjadi fosil peradaban atau bernasib seperti Nokia.

GM pun memutar strategi dan mulai fokus membuat sistem terpadu meliputi baterai berkinerja tinggi, Smart baterai, management system wireless dan motor penggerak torsi tinggi. 

Sistem didesain mengikuti sebuah platform utama yaitu baterai lithium. Ambisi general motor diwujudkan dengan menjalin kemitraan dengan LG, membuat baterai yang diklaim sebagai generasi terbaru yang akan mengubah arah permainan kendaraan listrik.

Selain itu GM juga membangun aliansi dengan Honda untuk produksi Honda prolog dan KYL elektrik untuk pasar Amerika. Menggandeng LG adalah pilihan rasional mengingat tidak ada yang mampu mengungguli teknologi baterai yang dikembangkan oleh perusahaan dari Asia terutama Korea Selatan, Jepang dan Cina.

Sel baterai lithium menggunakan bahan kimia nikel, kobalt, mangan, aluminium atau NCDMA yaitu teknologi revolusioner yang juga dikembangkan oleh perusahaan baterai Indonesia.

Sebagai gambaran pada tahun 2010 baterai 10,6 KWH kendaraan Chevrolet produksi JM harganya diperkirakan mencapai 1.000 US Dollar dengan teknologi baterai lithium, biaya akan berkurang hingga 90%. Biaya bisa ditekan rendah karena mengurangi kandungan kobalt tinggal 70% dan menggantinya dengan nikel, mangan dan aluminium.

Sel baterai lithium berbentuk pouch berukuran panjang 58 cm lebar 10 cm dan tebal satu cm memiliki berat 1,4 kg yang mampu menyimpan 0,3 07 KWH per sel.

Sel baterai dapat dipasang secara horizontal atau vertikal memberikan fleksibelitas dalam desain baterai pack. 24 sel bisa digabungkan menjadi satu modul baterai dan dari enam hingga 24 modul bisa digabungkan menjadi paket baterai dengan kapasitas total 50 KWH hingga 200 KWH. 

Pada GMC Hammer paket baterai dari 12 modul masing-masing bisa dihubungkan secara seri maupun paralel jika di seri memungkinkan pengisian cepat hingga 800 volt DC.

GM mengklaim bahwa pengisian cepat berulangkali tidak akan menurunkan kinerja baterai. Baterai lithium memiliki fitur sistem manajemen baterai nirkabel atau webms. Terobosan arsitektur baterai seperti ini pertama kali dilakukan oleh produsen mobil. WBMS dikembangkan dalam kemitraan dengan perangkat Analog dan berkontribusi untuk mengurangi biaya baterai sehingga mengurangi jumlah kabel hingga 90% dan mengurangi volume secara keseluruhan sebesar 15%.

Sistem GM untuk mengelola paket baterainya juga berbeda dari para pesaingnya. Platform ulthium memungkinkan GM untuk menjalankan sel baterai dengan bahan kimia yang berbeda dalam kemasan yang sama sehingga sebagian dari baterai pack dapat diganti seiring berjalannya waktu atau ketika terjadi kerusakan.

Sistem baterai lithium akan digunakan pada fitur motor listrik 3 varian yaitu:

1. Motor penggerak depan 180 kilo watt atau 241 house power 
2. Motor penggerak depan dan penggerak belakang 255 kilowatt atau 342 house power 
3. Motor penggerak ultium drive 62 kilowatt atau 83 house power
Motor dapat dikonfigurasi dalam kombinasi penggerak roda depan, penggerak roda belakang dan penggerak semua roda atau all Whell drive. 

Inovasi seperti inilah yang menurut general Motors akan menjadikannya pemimpin dalam IFI di Amerika pada tahun 2025. Selain jajaran mobil general Motors baterai lithium juga akan digunakan oleh mobil Honda prolog dan kendaraan SUV listrik Honda yang bekerjasama dengan gendral motor.

Gendral motor juga akan merilis berbagai kendaraan Legendarisnya, khususnya pada format full elektrik seperti Hammer dan Chevrolet baik format SUV maupun backup offroad.

Apa pengaruh sistem baterai kultum ini bagi Indonesia?

Kemungkinan besar desain baterai ulthium yang dikembangkan secara besar-besaran di Amerika memiliki topologi desain seperti baterai NCDMA yang diproduksi oleh Indonesia dan LG.

Struktur baterai yang kaya nikel dan mengurangi komposisi cobalt lithium diklaim akan sangat superior bahkan dibandingkan dengan baterai Blade Lenovo dari BYD sekalipun. Jika baterai lithium bisa sukses mengembalikan kejayaan genderal motor maka struktur baterai yang Indonesia karena penggunaan nikel yang tinggi akan menjadi platform standar Global.

Apabila kita bisa menjaga ekspektasi dengan kerja keras dan inovasi penggerak ekonomi dan energi dunia akan berpihak kepada kita. 

Post a Comment for "Baterai Super Ultium - Kolaborasi Antara General Motor - LG - Honda"